Selasa, 23 November 2010

Anak Kecil = Pengingat Dosa

Senang sekali jika melihat anak-anak. Pikirannya yang tidak terbatas, mata mereka yang lugu, serta kepolosan di wajahnya.


Banyak orang menganggap saya tidak menyukai anak kecil. Saya tidak bisa menyalahkan mereka yang berbicara seperti itu. Pada kenyataannya sikap saya memang jauh dari kesan menyukai anak-anak. Ketika orang lain berbicara, bercanda, dan bermain dengan balita atau anak kecil yang mereka temui, saya malah diam saja dengan sedikit ekspresi senyum.


Sebenarnya saya diam bukan karena tidak senang dengan anak kecil. Saya lebih banyak diam karena saya memang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Andai saja saya memiliki adik, mungkin sekarang saya akan tahu bagaimana caranya berinteraksi dengan jutaan anak diluar sana. Mungkin nanti ketika menjadi ayah saya baru akan belajar bagaimana caranya.


Suatu ketika saya pergi ke sebuah wargame (warung game) untuk melepas penat sejenak. Waktu memang berjalan sangat cepat di sana. Tak terasa adzan magrib sudah terdengar dari toa masjid di sekitar sana. Sepuluh menit berlalu setelah adzan itu, saya masih sibuk main game. Tiga puluh menit berlalu, baru saya bergegas untuk sholat.
"Mas, mushola sebelah mana ya?"
"Hmm..ga ada mas. Tapi di depan ada masjid ko. Kalo mau di sana aja" jawabnya.
Saya lalu pergi ke masjid yang dimaksud. Wudhu dulu baru melaksanakan sholat.


Selesai sholat tiba-tiba saya mendengar suara orang sedang membaca Al-Qur'an. Suaranya sepertinya berasal dari manusia yang belum akil balig. Benar saja, setelah melihat kebelakang ternyata sekumpulan anak kecil sedang mengaji di sebuah ruangan kecil di belakang masjid. Saya juga jadi teringat masa kecil saya dulu yang juga sering mengaji di masjid selepas magrib. Sekarang saya sudah hampir tidak pernah mengaji.


Melihat mahluk tanpa dosa itu itu saya jadi ingat dosa-dosa saya. Ketika kecil kita benar-benar tanpa dosa. Semakin beranjak dewasa semakin banyak pula kesenangan dunia yang membuat kita lupa dengan Tuhan.
Anak-anak, kalian telah benar-benar mengingatkanku akan dosaku sendiri.

0 komentar:

Posting Komentar