Rabu, 30 Oktober 2013

Influenza & Kayu Putih

Influenza oh influenza. Sudah dua hari saya terbaring di kamar karena virus ini. Kalo dipikir-pikir ini  penyakit udah jadi langganan sejak saya kecil dulu. Waktu SD dulu biasanya virus ini mampir ketika musim hujan. Seneng banget dulu kalo musim hujan dateng. Main bola bakal terasa lebih menyenangkan karena ditambah sama sensasi hujan-hujanan. Sore atau malem mulai deh keluar lendir-lendir dari idung ditambah bonus batuk sama demam.

Setelah itu besoknya terpaksa harus izin sekolah karena sakit. Inilah saat dimana kesenangan kedua tiba. Ya nonton TV seharian sambil tiduran di sofa. Siangnya ibu pasti bawa banyak makanan dan buah-buahan biar si virus cepet pergi dari tubuh saya. Setelah hari beranjak malam ibu biasanya membaluri punggung dan perut saya dengan kayu putih. Sensasi wangi dan hangatnya kayu putih membuat saya tidur dengan pulas. Biasanya satu atau dua hari kemudian saya sudah sembuh dan kembali ke sekolah.

Sampai sekarang virus ini masih suka mampir ke badan saya. Gejalanya masih sama seperti dulu dimulai dari lendir, batuk, lalu demam. Bedanya kali ini tidak ada buah-buahan dan minyak kayu putih.

I miss you, Mom. :)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Buy One Give One

Baru-baru ini saya membaca sebuah artikel di majalah tentang sepatu TOMS. Konsep bisnisnya sangat luar biasa karena menggabungkan unsur bisnis dan sosial. Blake Mycoskie, pendiri TOMS menyebutnya sebagai konsep one for one. Jadi setiap kita membeli satu sepatu dari TOMS berarti kita juga membelikan sebuah sepatu untuk orang yang membutuhkan.

Bermula dari perjalanan Blake ke Argentina. Di sana dia melihat banyak anak-anak yang belum mempunyai sepasang sepatu. Hatinya tergerak untuk membantu anak-anak tersebut agar bisa memiliki sepatu impiannya. Atas dasar keinginannya untuk meringankan pikiran dan beban anak-anak tersebut, dia lalu mendirikan TOMS.

Bayangkan bila konsep ini diterapkan kepada produk lain seperti, makanan, pakaian atau buku. Akan ada banyak anak-anak kurang mampu yang bisa kita bantu. Ketika kita membeli roti maka kita juga membelikan roti untuk anak yang sedang kelaparan. Ketika kita membeli buku maka kita juga membelikan buku atau memberikan beasiswa untuk anak-anak yang ingin sekolah. Dengan demikian berbelanja bukan hanya didorong oleh hasrat ingin membeli dan memiliki tapi juga keinginan untuk membantu orang lain.

Selasa, 03 September 2013

Mendengar Musik Lebih Enak Jika...

Saya sangat suka sekali mendengarkan musik. Paling pool dengerin musik itu sore hari di teras rumah sambil ditemani kopi panas. Beuuh kalo udah gitu inspirasi langsung mengalir deras seperti banjir di Jakarta. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agar pengalaman mendengarkan musik jadi lebih pool.

1. Headphone
Headphone adalah senjata utama. Garda terdepan yang paling menentukan pengalaman bermusik kita. Pintu utama menuju kenikmatan surga suara. So, kalo mau pengalaman musik kamu lebih nendang coba beli headphone yang berkualitas baik.
Tentunya memilih headphone berkualitas baik itu tidak mudah. Beribu-ribu merk headphone ada di pasaran mulai dari harga 20ribu sampai jutaan rupiah. Saran saya kalo pergi ke toko jangan malu buat nyoba berbagai merk earphone yang ada di sana. Setiap jenis headphone lahir dengan ciri khas suaranya sendiri-sendiri. Apakah kamu mau headphone yang bass-nya nendang, atau headphone dengan suara yang lebih merata/flat, semua disesuaikan selera kamu.
Pada dasarnya jika kita hanya sebagai user atau pendengar musik saja, headphone dengan harga 250-700rb saja sudah cukup. Kecuali kalo kamu berniat untuk lebih serius terjun ke dunia musik secara lebih profesional.

2. Player Musik
Sebagus apapun headphone apabila dia dipasangkan dengan mp3 player abal-abal tetap saja keluaran suaranya tidak akan bagus. Saran saya pilihlah mp3 player yang sudah terjamin kualitasnya seperti apple ipod, sony walkman, creative zen, samsung atau the kube.
Jika kamu lebih memilih HP dari pada mp3 player untuk teman si headphone maka pilihlah HP yang memang diperuntukan bagi penggemar musik. Beberapa produk yang bisa saya rekomendasikan adalah apple iphone, htc seri one atau seri yang telah didukung oleh beat audio. 

3. Musik Original
Sebagian besar file musik yang beredar di internet sebenarnya sudah dikompersi sehingga kualitasnya tidak akan sebagus apabila kita membeli dari toko resmi. So, kalau kita mau mendengarkan file musik dengan kualitas yang baik, maka belilah cd originalnya. Setelah itu kita bisa me-riping nya menjadi file mp3, AAC, atau FLAC. Pastikan rip dengan setting-an best untuk keluaran suara terbaik.

Tapi CD original kan mahal?

Sebagian CD apalagi yang impor memang memiliki harga yang kurang ajar, tapi harga CD dari musisi lokal kalau menurut saya masih terjangkau. Harganya berkisar antara 25rb sampai 70rb paling mahal.  Masa beli rokok 15.000 sehari sekali mampu, tapi beli CD 35.000 ga mampu. Beli baju 100.000-an mampu, tapi beli CD 60.000 ga mampu. Setidaknya kalo musisi lokal belilah CD originalnya untuk men-support mereka. Kita juga ga mau kan kalo udah cape-cape kerja seharian, eh taunya jerih payah kita ga dihargain. Support our local musician!

Rabu, 17 Agustus 2011

Syukur

Sekalipun kura-kura tidak pernah menginginkan laju cepat.
Dengan syukur dia berjalan perlahan bersama tempurungnya.
Sekalipun cacing tidak pernah menginginkan tulang belulang.
Dengan syukur dia menggeliat bersama daya regenerasinya.
Sebagian manusia tidak pernah menginginkan ketidak semprunaan.
Dengan syukur mereka berjalan dengan dengan bakatnya.

18 Agustus 2011

Jumat, 12 Agustus 2011

Rasanya

Rasanya sudah lama saya tidak menulis di dunia maya. Kesibukan menjadi tersangka utama mengapa saya lama tidak menulis di blog ini. Rasanya baru kemarin saya menulis post pertama saya yang berjudul curhatan orang yang ga bisa nulis. Rasanya baru kemarin juga saya bersepeda keliling komplek dengan sepeda roda tiga yang keren lagi imut untuk ukuran anak usia empat sampai enam tahun.

Yah begitulah waktu. Berjalan tanpa kita perintahkan. Dan kebanyakan manusia merugi karenanya.