Bermula dari perjalanan Blake ke Argentina. Di sana dia melihat banyak anak-anak yang belum mempunyai sepasang sepatu. Hatinya tergerak untuk membantu anak-anak tersebut agar bisa memiliki sepatu impiannya. Atas dasar keinginannya untuk meringankan pikiran dan beban anak-anak tersebut, dia lalu mendirikan TOMS.
Bayangkan bila konsep ini diterapkan kepada produk lain seperti, makanan, pakaian atau buku. Akan ada banyak anak-anak kurang mampu yang bisa kita bantu. Ketika kita membeli roti maka kita juga membelikan roti untuk anak yang sedang kelaparan. Ketika kita membeli buku maka kita juga membelikan buku atau memberikan beasiswa untuk anak-anak yang ingin sekolah. Dengan demikian berbelanja bukan hanya didorong oleh hasrat ingin membeli dan memiliki tapi juga keinginan untuk membantu orang lain.

0 komentar:
Posting Komentar