Selasa, 23 November 2010

Uang dan Kebahagiaan

Banyak orang beranggapan bahwa uang adalah sumber kebagaiaan.  Dengan uang yang banyak kita bisa membeli barang apa saja yang kita inginkan, dengan uang kita bisa pergi jalan-jalan kemanapun yang kita mau.  Sehingga timbul anggapan semakin banyak uang maka seseorang akan semakin bahagia. Tetapi ada pertanyaan besar di benak saya.

 

Jika begitu kenapa banyak orang kaya yang tidak bahagia, bahkan semakin bertambah kekayaannya maka kegelisahannya pun semakin besar?

 

Bagi anda yang memiliki mobil atau motor. Coba bayangkan ketika anda tidak punya kendaraan betapa anda menginginkan sebuah mobil atau motor. Anda lalu bekerja keras untuk mendapatkan lebih banyak uang agar bisa membelinya. Akhirnya uang terkumpul dan cukup untuk membeli 1 buah mobil Kijang. Perasaan kita pertama-tama tentu akan sangat bahagia. Mobil yang dulu kita idam-idamkan akhirnya bisa kita dapatkan. Namun seiring waktu, kebahagiaan memiliki mobil akan menjadi sangat biasa. Sampai akhirnya kita ingin mobil yang lebih bagus dengan cc yang lebih besar, interior lebih mewah, teknologi lebih canggih dan sebagainya. Lalu kita kembali bergumul mencari uang agar dapat kembali berbahagia.

 

Manusia memang memerlukan uang dalam hidupnya. Kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan untuk memilikinya membutuhkan uang. Menurut saya munafik jika ada seseorang yang berkata bahwa dia tidak butuh uang dalam hidupnya. Tetapi uang itu hanya salah satu pendukung kebahagiaan. Istilahnya adalah bonus. Yang sebenarnya adalah kita akan lebih bahagia ketika hidup kita dapat berguna untuk orang lain.

 

Ada pengalaman menarik yang pernah saya, teman saya atau bahkan mungkin anda pun pernah mengalaminya.

 

Coba sisihkan uang anda sebesar Rp10.000 per minggunya.

 

Minggu ke-1: Gunakan saja uang itu untuk keperluan sehari-hari, misalnya untuk mencuci motor dan membeli makanan. Untuk cuci motor Rp.5000 dan sisanya untuk membeli makanan.

Jika anda tidak memiliki motor bisa digunakan untuk naik kendaraan umum atau hal-hal lainnya yang anda sukai.

 

Minggu ke-2: Gunakan uang tersebut untuk kepentingan yang sama yaitu mencuci motor. Namun kali ini coba berikan sedikit tip untuk orang yang telah mencuci motor anda sebesar Rp.2000 atau Rp.1000. Sisanya belikan minuman, makanan, atau rokok dipinggir jalan. Sekali lagi berikan tip untuk penjual asongan tersebut.

 

Anehnya, saya pribadi jauh lebih bahagia pada minggu ke-2. Padahal pada minggu ke-1 saya mendapatkan jauh lebih banyak makanan dan jasa cuci motor yang lebih murah. Tetapi, saya lebih bahagia di minggu ke-2. Mungkin anda yang pernah melakukan hal serupa juga merasa demikian.

 

Menurut penelitian semakin banyak memberi maka manusia hatinya akan semakin bahagia.  Ternyata itulah yang membedakan orang kaya yang bahagia dan orang kaya yang sengsara psikisnya. Orang kaya yang bahagia biasanya aktif di badan amal, organisasi kemasyarakatan, lembaga kemanusiaan, pendidikan, dan lain-lain. Sementara orang kaya yang sengsara cenderung lebih kikir, dan sayang terhadap hartanya. Dia cenderung  tidak perduli dengan keadaan orang-orang di sekitarnya.

 

Hal ini juga menjawab pertanyaan saya dulu. Kenapa ada dokter berpendidikan tinggi mau bekerja di pedesaan. Kenapa juga ada guru yang mengajar di pedesaan dengan gaji kecil , fasilitas terbatas, namun hidupnya tetap bahagia. Kuncinya adalah perasaan saling berbagi. Dia bahagia karena ilmunya dapat bermanfaat bagi anak-anak di sana. Dia seolah menjadi cahaya penerang bagi gelapnya pendidikan di Indonesia.

Uang ternyata bukan sumber kebahagiaan. Milikilah banyak uang untuk lebih banyak memberi kepada orang lain. Milikilah banyak uang agar kita dapat memiliki lebih banyak pengalaman untuk dibagikan. Tangan di atas itu lebih baik dari pada tangan di bawah dan tentu saja tangan di atas itu lebih bahagia dari pada tangan di bawah.

 

Referensi:

http://ruangpsikologi.com/apakah-dengan-uang-saya-akan-bahagia

http://nasiruddin.edublogs.org/2008/04/04/uang-dan-kebahagiaan-psychology-of-money-3/

http://erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/12664-uang-dan-kebahagiaan

http://www.esensi.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=107:uang-dan-kebahagiaan-apa-hubungannya&catid=40:life-management&Itemid=112

 

0 komentar:

Posting Komentar