Selasa, 23 November 2010

Menulis itu Sehat

Beberapa orang menganggap bahwa menulis adalah kegiatan yang tidak menyenangkan. Beberapa orang lagi sebaliknya, mereka menganggap bahwa menulis itu menyenangkan. Saya tidak menyalahkan orang yang tidak senang menulis. Pada waktu-waktu tertentu ada kalanya saya juga sangat tidak senang dengan kegiatan menulis, salah satunya adalah menulis pada waktu ujian hehe. Ada kabar gembira untuk orang-orang yang senang menulis. Ternyata menulis bisa juga membuat kita sehat lo.

Yang saya maksud menulis di sini adalah menulis berbagai pengalaman pribadi anda  berupa unek-unek, cerita bahagia, pengalaman hidup, beban hidup, perasaan, ide, dll. Dulu proses menulis pengalaman pribadi ini biasanya di tuangkan di dalam sebuah diary. Tetapi jaman sekarang sudah maju, banyak media lain untuk menulis selain diary seperti notebook, blog, smart phone yang bisa dijadikan alternatif pilihan.

Dengan menulis ada sebuah proses melepaskan emosi yang dirasakan yang disebut katarsis. Katarsis ini diperlukan untuk melepaskan konflik-konflik di alam bawah sadar atau pengalaman traumatis misalnya perceraian, penyakit yang serius, perubahan dalam pekerjaan atau lingkungan pekerjaan, kematian seseorang yang dicintai, dan lainnya. Contoh katarsis adalah seseorang merasakan ketegangan atau stres di tempat kerja, mereka membutuhkan sebuah aktivitas yang melepas ketegangan seperti berolahraga, yoga, atau jalan-jalan dengan teman-teman. ( ruangpsikologi.com )

Ada sebuah cerita tentang orang yang bernama Virginia Woolf . Dia adalah seorang penulis karya sastra besar. Dulunya dia adalah seorang yang memiliki sejenis gangguan manik. Gangguannya tersebut mengakibatkan dirinya dapat terus berbicara selama 2 sampai 3 hari tanpa henti. Akibatnya orang-orang di sekitarnya sering kali tidak bisa menerima kondisinya itu. Woolf kemudian mengalami depresi dan beberapa kali mencoba melakukan percobaan bunuh diri.

Petter Dally, seorang psikiater, berkata “Kebutuhan Virginia dalam menulis adalah, di antara lain, untuk membuat kegelisahan mental yang dimilikinya menjadi masuk akal dan memegang kendali atas kegilaannya. Melalui novelnya, ia membuat dunia pribadinya menjadi kurang menakutkan. Menulis terkadang menjadi siksaan tetapi ini memberikan kenikmatan yang tidak terkira baginya.”

Jadi ayo menulislah untuk kesehatan anda. Kesehatan yang saya maksud di sini adalah kesehatan jiwa. Jika jiwa anda sehat maka fisik anda pun Insya Allah akan sehat. Saya ingat sebuah pepatah lama yang menyebutkan "Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, dalam jiwa yang kuat ".

Coba tulislah semua perasaan anda, rasa cemas, takut, marah, cinta, benci, kesal, bahagia. Menulis itu mudah, murah, dan aman. Sebuah diary atau laptop tidak akan mendebat dan memarahi anda atas semua yang anda tuliskan. Cara menulis sangat mudah. Mulailah menulis dengan kata-kata
"Hari ini saya merasa . . . .

Jika bingung menulis apa kenapa tidak mencoba menulis tentang kebingungan anda. Cerita curhatan orang yang ga bisa nulis adalah postingan pertama saya di jagat internet. Di situ saya menceritakan bagaimana inginnya saya menulis tetapi begitu ingin menulis tiba-tiba saya jadi bingung apa yang harus saya tulis. Saya tidak perduli dengan kosakata yang hancur. Toh judulnya saja curhatan orang yang ga bisa nulis, jadi harap maklum jika kata-katanya ancur hehehe.

So, let's write something :D

related post: curhatan orang yang ga bisa nulis

0 komentar:

Posting Komentar